JUST FOR FUN^_^

Jumat, 14 Desember 2012

KELOMPOK AGAMA (MENTAH)

PEMBAHASAN
Apa itu konsumtif?

Gaya hidup konsumtif , terdiri dari dua kata yaitu gaya hidup dan konsumtif.. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesi gaya hidup adalah pola tingkah laku sehari-hari golongan manusia di dalam masyarakat. Sedangkan konsumtif adalah keinginan mengkonsumsi atau memakai barang-barang secara berlebihan untuk mencapai kepuasan. Jadi gaya hidup konsumtif adalah pola tingkah laku sehari-hari golongan manusia dalam memakai dan mengkonsumsi barang secara berlebihan untuk mencapai kepuasan. Dengan kata lain orientasi dari dari gaya hidup konsumtif adalah pada kepuasan bukan kepada kebutuhan.
            konsumtif adalah perilaku yang boros yang mengkonsumsi barang atau jasa secara berlebihan, yang lebih mendahulukan keinginan daripada kebutuhan. Namun pada hakekatnya, hal tersebut adalah kurang baik, dan sangat Sulit memang untuk merubah semua itu.
Contonya: Seorang mahasiswa yang sering membeli baju baru padahal baju tersebut hanya untuk keinginannya sendiri tidak kebutuhannya.

Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Gaya Hidup Konsumtif ?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan adanya gaya hidup konsumtif, antara lain:
1. Pengaruh Media Masa
            Media masa juga mempunyai andil dalam mempopulerkan budaya konsumtif kepada masyarakat. Lewat iklan, film dan bentuk informasi lainnya, media masa seolah membentuk konstruksi bahwa memiliki benda yang mereka populerkan adalah syarat jika ingin diakui dalam kehidupan sehari-hari

2. Pergaulan
            Bentuk pergaulan juga bisa menjadi faktor lain gaya hidup konsumtif. Bentuk pergaulan tertentu membuat seseorang merasa harus mengikuti tren an mode yang ada agar dianggap tidak ketinggalan zaman. Selain itu, karena pergaulan juga seseorang bisa terjerumus ke dalam gaya hidup yang sebenarnya berada di luar  batas kemampuannya secara financial

3. Tidak Adanya Kontrol Diri
            Semua keputusan dalam menjalani hidup adalah tanggung jawab diri sendiri. Termasuk dalam pola tingkah laku sehari-hari. Gaya hidup konsumtif terjadi karena tidak adanya kontrol diri yang kuat, sehingga tidak memiliki kendali atas apa yang ia inginkan.

Cara mengatasi gaya hidup konsumtif
1. Sebaiknya kita membuat daftar barang yang kita inginkan dan butuhkan hal ini kita lakukan untuk menghindari terbuangnya uang untuk barang yang tidak diinginkan.
2. Menghindari berbelanja di musim perayaan atau hari besar karena biasanya pada musim perayaan pasti lebih mahal.
3. Berbelanjalah di Pedesaan karena bisa mendapatkan barang langsung dari produsennya dan ini artinya harga yang lebih murah

Gaya Hidup Masyarakat Indonesia yang Konsumtif
Ketika melihat sesuatu yang indah, lucu, dan menarik seseorang pasti ingin memiliki benda tersebut. Jika keinginan tersebut terus-menerus dilampiaskan dengan membeli barang-barang tersebut maka apa yang akan terjadi?Sikap yang seperti itu tentunya akan berdampak negatif bagi kita. Seperti itulah yang disebut gaya hidup konsumtif.
 perilaku konsumtif merupakan suatu perilaku yang ditandai oleh adanya kehidupan mewah dan berlebihan, penggunaan segala hal yang dianggap paling mahal dan memberikan kepuasaan dan kenyamanan fisik sebesar-besarnya serta adanya pola hidup manusia yang dikendalikan dan didorong oleh suatu keinginan untuk memenuhi hasrat kesenangan semata-mata.
 Dizaman seperti ini dimana arus teknologi dan informasi berkembang dengan sangat cepat, membuat pergerakkan barang produksi juga semakin cepat, sehingga seakan-akan hasil produksi tersebut berlomba-lomba didalam pikiran kita untuk menarik perhatian supaya kita membeli produk tersebut.
 Sebesar apapun gaji yang dimiliki, jika seseorang bersifat konsumtif, gaji tersebut tidak akan mampu memenuhi kebutuhannya. Seperti pepatah mengatakan “Lebih Besar Pasak daripada Tiang”. Seseorang yang bergaya hidup konsumtif cenderung memiliki pengeluaran lebih besar dibanding pendapatan yang diterima.
 Tidak hanya korupsi saja yang menjadi budaya, sikap hidup konsumtif pun sepertinya sudah menjadi budaya di Indonesia. Hal itu bisa dilihat dari semakin bertambahnya jumlah permintaan akan suatu barang konsumsi dibanding jumlah penawaran yang ada.
 Semakin hari sikap konsumtif masyarakat Indonesia semakin memprihatinkan dan tidak terkendali. Apapun yang bisa dibeli , pasti akan mereka beli. Tidak peduli apakah barang tersebut merupakan barang yang benar-benar dibutuhkan atau tidak.
 Dari hal tersebut saja kita sudah bisa menilai bahwa manusia konsumtif sudah tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
 Setiap hari ada saja produk-produk baru yang muncul dipasaran. Seperti telepon genggam, gadget, laptop, kosmetik, baju, sepatu, tas,dll. Untuk mendapatkan barang-barang tersebut manusia konsumtif rela melakukan berbagai hal asalkan dapat memilikinya.
 Jika kalangan menengah keatas mungkin mempunyai cukup uang untuk memiliki produk tersebut, tapi bagaimana dengan kalangan bawah? Mereka yang tidak memiliki uang tetapi meiliki gaya hidup konsumtif, akan menghalalkan segala cara seperti mencuri, merampok, atau hal negatif lainnya.
 Manusia konsumtif mungkin akan merasa puas dan bahagia jika bisa memiliki barang yang diinginkannya. Misal, jika seseorang sudah memiliki sebuah telepon genggam dan ternyata di pasaran muncul produk baru yang menjadi trend di kalangan masyarakat, kebanyakan dari temannya telah memiliki telepon genggam tersebut, alhasil dia pun pasti akan membeli produk tersebut supaya tidak merasa ketinggalan zaman dan membuat dirinya lebih percaya diri.
 Membudayanya perilaku konsumtif tidak terlepas dari peran media. Baik media cetak maupun media elektronik. Salah satu media yang menjadi populer dalam memasarkan barang-barang konsumtif adalah internet. Sarana jejaring sosial seperti facebook pun rami dipenuhi dengan penawaran berbagai macam produk. Dengan mudahnya seseorang bisa mengakses hal tersebut dimanapun dan kapanpun.
 Gaya hidup konsumtif memberikan dampak yang negatif bagi perekonomian negara, yaitu:
  • Negara kita semakin terbebani karena terlalu banyak barang-barang yang di import untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.
  •  Gairah untuk memproduki barang-barang buatan dalam negeri semakin lemah.
  • Semakin banyak produk yang diimport menjadikan produk dalam negeri harus bersaing dengan produk luar negeri yang kebanyakan harganya lebih murah sehingga produk kita menjadi kalah saing
Apakah pola hidup konsumtif bisa dihindari agar tidak membudaya di Indonesia?
Tentu saja bisa. Namun, memang bukan perkara mudah untuk menghindari pola hidup konsumtif. Tapi hal itu bisa dimulai dari diri kita sendiri untuk “niat” berubah dari pribadi yang seperti itu. Niat tersebut harus dibuktikan dengan tindakan dan tindakan yang dilakukan akan lebih baik jika ada campur tangan dari Pemerintah dalam memerangi budaya konsumtif ini., yaitu dengan cara :
  • Pemerintah harus menunjukkan kecintaanya terhadap produk dalam  negeri, jika pemerintahnya memberikan contoh yang baik rakyatpun pasti akan meneladaninya
  • Pemerintah harus mengurangi komoditas Import dan lebih memperbanyak ekspor
  • Merangsang Masyarakat untuk menciptakan  produk buatan dalam negeri
  • Menaikkan pajak barang mewah untuk mengurangi gaya hidup konsumtif
  • dll
Memang tidak mudah terhindar dari pola hidup konsumtif. Namun harus disadari pola hidup konsumtif itu sangat merugikan, baik bagi diri sendiri maupun bagi negara. Jadi sebagai masyarakat yang baik terapkan hidup positif dan jangan biarkan diri kita menjadi manusia yang konsumtif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar